Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Luar Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Luar Sekolah. Tampilkan semua postingan
Fungsi, Tujuan dan Ruang Lingkup Pendidikan Luar Sekolah

Fungsi, Tujuan dan Ruang Lingkup Pendidikan Luar Sekolah

Fungsi, Tujuan dan Ruang Lingkup PLS 

1. Fungsi Pendidikan Luar Sekolah

Fungsi Pendidikan Luar Sekolah adalah membelajarkan individu agar mampu mengembangkan potensi yang ada pada diri ke arah perwujudan pribadi yang utuh, dan membelajarkan masyarakat sehingga terwujud masyarakat gemar belajar.

Pelaksanaan Pendidikan Luar Sekolah tidak terikat oleh ruang dan waktu dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, oleh dan untuk siapa saja seseorang yang pada suatu ketika menjadi peserta didik pada saat ini dia dapat menjadi tutor ataupun instruktur.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fungsi utama Pendidikan Luar Sekolah adalah membelajarkan masyarakat, kapan saja dan memanfaatkan nilai yang baik dan lebih bermanfaat bagi kehidupan pribadi keluarga, masyarakat bangsa dan Negara.

2. Tujuan Pendidikan Luar Sekolah

Dalam pencapaian secara operasional tujuan institusional pendidikan luar sekolah, memungkinkan warga masyarakat memiliki :

a. Kemampuan mengembangkan kepribadian dan mengaktualisasikan diri.
b. Kemampuan menghadapi tantangan hidup, baik dalam lingkungan keluarga atau masyarakat,
c. Kemampuan membina keluarga sejahtera dalam rangka memajukan kesejahteraan umum,
d. Wawasan yang luas tentang hak dan kewajiban sebagai warga Negara,
e. Kesadaran berbangsa bernegara, dan bermasyarakat dalam rangka pembangunan manusia dan masyarakat pancasila,
f. Kemampuan menciptakan /membantu menciptakan lapangan kerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki

Karena tujuan ini menegaskan bahwa pendidikan luar sekolah berusaha mengembangkan secara selaras, serasi dan seimbang. Kecerdasan sikap, kreativitas, dan keterampilan dalam upaya peningkatan mutu dan taraf hidup individu, keluarga, masyarakat bangsa dan negara.

Upaya pencapaian tujuan yang institusional tersebut pada hakikatnya dilimpahkan kepada pranata kelembagaan pendidikan keluarga, pendidikan perluasan wawasan, dan pendidikan keterampilan.

3. Ruang Lingkup Pendidikan Luar Sekolah

Ruang lingkup pendidikan luar sekolah menyangkut berbagai aspek kehidupan dari berbagai usia, tempat dan kebutuhan. Ruang lingkup pelayanan pendidikan luar sekolah menjangkau keseluruhan kegiatan pelayanan pendidikan di luar sekolah pelayanan diselenggarakan oleh pendidikan di luar persekolah. Pendidikan luar sekolah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah/ departemen, tapi juga dilaksanakan oleh seluruh masyarakat yang mampu membimbing dan melaksanakannya.

Ruang lingkup pendidikan luar sekolah dapat ditinjau dari beberapa segi seperti : Pelayanan, pranata, Pelambangan Program. Ketiga segi itu sebagai berikut :

Dari segi pelayanan

a. Berdasarkan usia

Usia Persekolahan

Upaya  peralatan pendidikan yang berhubungan dengan anak usia berhubunga antara lain adalah: tempat penitipan anak, dan kelompok sepermainan. Lembaga-lembaga pendidikan semacam ini juga termasuk lembaga pendidikan luar sekolah. Fungsi lembaga tersebut berbeda dengan fungsi taman kanak-kanak yang merupakan persiapan untuk memasuki sekolah dasar.

Usia Pendidikan Dasar

Pada saat sekarang ini wajib belajar 9 tahun bagi anak-anak usia 7-12 tahun, walau demikian masih banyak anak-anak usia sekolah yang belum tertampung di sekolah Dasar. Oleh karena itu pendidikan luar sekolah mempunyai peranan yang penting untuk merealisasikan tujuan pendidikan yang belum dapat tercapai sepenuhnya melalui pendidikan persekolahan. Oleh karena itu pendidikan luar sekolah mengadakan pelaksanaan wajib belajar 9 tahun, dengan cara program paket A.
Usia Pendidikan Menengah

Tidak semua kelompok usia 13-18 tahun telah mengenyam pendidikan sekolah menengah tingkat pertama (SMTP) maupun sekolah menengah atas (SMTA). Seperti diketahui sistem pendidikan persekolahan tidak selalu dirancang untuk menghasilkan lulusan yang yan siap kerja.

Dalam hubungan ini, pendidikan luar sekolah dapat berperan sebagai pengganti, pelengkap atau penambah program pendidikan persekolahan. Dengan cara mendidik keterampilan dan paket B yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

b. Berdasarkan jenis kelamin

Menurut daftar statistik, ternyata jumlah wanita lebih banyak dari pada pria. Meskipun demikian, partisipasi wanita masih kurang dalam peningkatan produksi atau pendidikan sosial, ekonomi yang dilaksanakan bersama dengan pria. Mengingat bahwa wanita lebih berperan dalam kegiatan kesejahteraan keluarga, partisipasi wanita dalam hal ini perlu ditingkatkan lagi. Program pendidikan luar sekolah yang sangat menonjol dalam kegiatan itu ialah : program PKK, KB dan sebagainya.

Sistem penyampaian dapat dilakukan dengan menggunakan:

1) Kelompok, organisasi clan lembaga yang ada dalam masyarakat,
2) Mekanisme sosial, budaya seperti perlombaan clan pertandingan,
3) Kesenian tradisional seperti wayang, ludruk, dagelan, maupun teknologi modern seperti : TV, film majalah, dan surat kabar.
4) Prasarana dan sarana seperti : balai desa, masjid, gereja sekolah, alat perlengkapan belajar, dan alat perlengkapan kerja.

Dari segi kelembagaan

Yang dimaksud dengan pelambangan program ialah keseluruhan proses mengintegrasikan antara pendidikan luar sekolah dan pembangunan masyarakat lainnya seperti :

a. Program antar sekolah dan swadaya masyarakat, misalnya program pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK), program keterampilan wanita (PKW).
b. Koordinasi pelaksanaan dan perencanaan proram pembangunan.
c. Tenaga penggerak di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kotamadya, kecamatan dan desa (pemerintah dan swasta).

Pengertian dan Asas Pendidikan Luar Sekolah

Pengertian dan Asas Pendidikan Luar Sekolah


A. Pengertian Pendidikan Luar Sekolah

Yang dimaksud dengan pendidikan luar sekolah adalah setiap program pelayanan kegiatan yang diselenggarakan di luar sistem persekolahan, dan merupakan bagian terpadu dari sistem pendidikan nasional yang berlangsung seumur hidup menuju terbentuknya manusia pancasila.

Berdasarkan pendidikan pra sekolah yang isi kegiatannya berkenaan dengan perluasan wawasan, peningkatan keterampilan dan kesejahteraan keluarga, disebut program pendidikan luar sekolah.

Menurut Drs. Soedamo, MA salah seorang tokoh Pendidikan Luar Sekolah Indonesia dalam bukunya berjudul : Pendidikan Non Formal menyebutkan:

“Pendidikan Luar Sekolah adalah setiap kesempatan dimana dan terdapat komunikasi yang teratur dan terarah, diluar sekolah, dimana seseorang memperoleh informasi, pengetahuan, latihan, atau pun bimbingan sesuai dengan usia dan kebutuhan hidupnya, dengan tujuan mengembangkan tingkat keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang memungkinkan baginya menjadi peserta aktif yang efesien dan efektif dalam keluarganya, pekerjaanya bahkan lingkungan masyarakat dan negaranya.”(Drs. Soedamo, MA, dalam Norsanie 1974 : 11).

Menurut Phillips H. Combs, dalam bukunya yang berjudul : concept education beyond school, Jakarta thn (1986 : 50) menyebutkan :

“Setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir yang diselenggarakan di luar system formal,baik tersendiri maupun merupakan bagian dari suatu kegiatan yang luas,yang dimaksudkan untuk memberikan layanan kepada sasaran didik tertentu dalam rangka mencapai tujuan-tujuan belajar”.

Menurut Sanafiah Faisal, dalam bukunya yang berjudul : Pendidikan Luar sekolah didalam system pendidikan dan pembangunan nasional, Surabaya thn (1981 : 37), menyebutkan :

“Penyelengaraan Pendidikan yang terorganisir di luar system persekolahan, isi pendidikannya terprogram, adanya sekuensi materi yang disampaikan didalam proses pendidikan yang berlangsung, berada dalam suatu medan inter-aksi belajar mengajar yang sedikit banyak terkontrol, serta adanya kredensial meskipun tidak selalu memiliki saksi legal contoh konkritnya seperti kursus, penataran, dan training.”

Jadi, Pendidikan luar sekolah adalah setiap kesempatan dimana terdapat komunikasi yang teratur dan terarah di luar sekolah dan seseorang memperoleh informasi, pengetahuan, latihan maupun bimbingan sesuai dengan usia dan kebutuhan kehidupan, dengan tujuan mengembangkan tingkat keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang memungkinkan baginya menjadi peserta-peserta yang efisien dan efektif dalam lingkungan keluarga, pekerjaan bahkan lingkungan masyarakat dan negaranya.

B. Asas Pendidikan Luar Sekolah

Dimaksud dengan asas adalah prinsip atau landasan berpijak. Pendidikan luar sekolah sebagai bagian dari pendidikan nasionaal memiliki asas yang menjadi landasan berpijaknya yaitu asas kebutuhan, pendidikan sepanjang hayat, asas relevansi dengan pengembangan masyarakat dan asas wawasan ke masa depan, seperti yang diungkapkan oleh Sudjana (2004).

1. Asas kebutuhan,
memberi arti bahwa penyusunan program pendidikan luar sekolah, proses pendidikan dan kebutuhan akan pendidikan berlangsung sepaanjang hidup manusia, pendidikan bukanlah terbatas pada waktu-waktu tertentu dan juga tidak dibatasi oleh tempat, tetapi belajar dilakukan terus menerus sepanjang hayat. Asas ini memberikan makna bahwa pendidikan luar sekolah membina dan melaksanakan program-program yang dapat mendorong warga belajar untuk terus menerus belajar secara berkelanjutan.

2. Asas relevansi dan pengembangan masyarakat, pendidikan luar sekolah sebagai bagian penting dari program pengembangan masyarakat mengandung makna bahwa setiap kebijakan dan kegiatan pengembangan masyarakat memuat pula kebijakan dari program pendidikan luar sekolah. Dengan demikian pendidikan luar sekolah merupakan upaya yang disengaja untuk membantu masyarakat agar mereka dapat merubah sikap dan prilaku membangun dalam upaya meningkatkan taraf hidupnya.

3. Asas wawasan ke masa depan, asas ini memberi arah bahwa pendidikan luar sekolah berorientasi pada perubahan yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. Walaupun keadaan masa depan itu baru merupakan alternatif kemungkinan,. Namun keadaan tersebut dapat dipelajari dari berbagai kecenderungan perubahan dalam berbagai aspekkehidupan yang terjadi dalam lingkungan alam pada saat ini.

4. Asas pendidikan sepanjang hayat, artinya pendidikan ini hanya berakhir tatkala manusia meninggalkan dunia ini. Tujuan pendidikan sepanjang hayat adalah tidak sekedar perubahan melainkan untuk tercapainya kepuasan bagi setiap orang yang melakukannya. Fungsi pendidikan sepanjang hayat adalah sebagai kekuatan motivasi bagi peserta didik agar ia dapat melakukan kegiatan belajar berdasarkan dorongan dan arahan oleh dirinya sendiri (self directed learning) dengan cara berpikir dan berbuat dalam kehidupannya.

Refrensi:

Sudjana, D. (2004). Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Luar Sekolah dan Pengembangan Sumberdaya Manusia. Bandung : PT. Falah Production.

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia