Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Filsafat Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat Ilmu. Tampilkan semua postingan
Resume Struktur dan Klasifikasi Ilmu

Resume Struktur dan Klasifikasi Ilmu

RESUME STRUKTUR DAN KLASIFIKASI ILMU

A. Struktur Ilmu Pengetahuan

1. Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan ilmu pengetahuan yang disebut ilmu.Jadi ilmu merupakan ilmu pengetahuan yang didapatkan dari metode ilmiah. Metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut. Jadi metodologi ilmiah merupakan pengkajian dari peraturan-peraturan yang terdapat dalam metode ilmiah.

Secara garis besar metode ilmiah ada dua macam, yaitu yang bersifat umum dan metode penelitian ilmiah.

2. Teori

Teori yang dimkasudkan disini adalah penjelasan mengenai gejala yang terdapat dalam fisik. Artinya teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasional yang berkesesuaian dengan objek yang dijelaskannya.

3. Hipotesis

Hipotesis adalah pernyataan sementara tentang hubungan antara variabel. Hubungan hipotesis ini diajukan dalam bentuk dugaan teori secara khas dengan dasar coba-coba (trial-and-error). Hipotesis hanya merupakan dugaan yang berasalan, atau mungkin merupakan perluasan hipotesis terdahulu yang teruji kebenarannya yang kemudian diterapkan pada data yang baru. 

4. Logika

Logika secara luas dapat didefinisikan sebagai “pengkajian untuk berfikir secara sahih”. Lapangan dalam logika adalah asas-asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat dan sehat. Agar dapat berfikir lurus, tepat dan teratur, logika menyelidiki merumuskan serta menerapkan hukum-hukum yang harus ditepati. Pertama, logika makna luas dan logika makna sempit. Kedua, logika deduktif dan logika induktif.Ketiga, logika formal dan logika material.Keempat, logika murni dan logika terapan. Kelima, logika filsafati dan logika matematik.

5. Data-informasi

Merupakan hasil observasi kemudian dituangkan dalam bentuk pernyataan-pernyataan terhadap konsep keilmuan sebagai suatu prosedur yang pada dasarnya adalah empiris dan induktif. Pembuktian Yang dimaksud di sini adalah menguji hipotesis yang sudah disusun dengan mengonfrontasikannya dengan dunia fisik yang nyata. Proses pengajian ini merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relavan dengan hipotesis yang diajukan. Pembuktian inilah yang sebenarnya memberi vonis terhadap teori ilmiah apakah pernyataan-pernyataan yang dikandungnya dapat diterima kebenarannya atau ditolak secara ilmiah.

6. Evaluasi

Evaluasi dalam hal ini yaitu penarika kesimpulan yang merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima. Hipotesis yang diterima kemudian dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi persyaratan keilmuan yakni mempunyai kerangka penjalasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah yang sebelumnya setelah teruji kebenarannya.

7. Paradigma

Secara umum pengertian paradigma adalah seperangkat kepercayaan atau keyakinan dasar yang menuntun seseorang dalam bertindak di kehidupan sehari-hari. hal ini dibatasi para paradigma pencarian ilmu pengetahuan, yaitu suatu keyakinan dasar yan digunakan  berbagai kalangan untuk mencari kebenaranParadigma ilmu pengetahuan terbagi menjadi empat yaitu: positivism, post positivism, critical theory, dan constructrivism.

B. Klasifikasi Ilmu

1) ilmu yang berguna dan 2) yang tak berguna,

ilmu brguna : ilmu-ilmu duniawi, seperti kedokteran, fisika, kimia, geografi, logika etika, bersama disiplin-disiplin khusus mengenai ilmu keagamaan.

Menurut Al-Ghozali secara filosofis ia membagi ilmu ke dalam ilmu syar’iyah dan ilmu ‘Aqliyah/ Ghair syar’iyyah.
1. Ilmu syar’iyyah
2. Ilmu aqliyah

Resume Cara Memperoleh Ilmu

Resume Cara Memperoleh Ilmu

RESUME CARA MEMPEROLEH ILMU

A. Hakikat Ilmu Pengetahuan. 

Istilah ilmu pengetahuan diambil dari bahasa arab; alima, ya’lamu, ’ilman yang berarti mengerti atau memahami benar-benar. Dalam bahasa Inggris istilah ilmu berasal dari kata science, yang berasal dari bahasa latins cienta dari bentuk kata kerja scire, yang berarti mempelajari dan mengetahui .Pengetahuan pada dasarnya adalah keadaan mental (mental state). Mengetahui sesuatu adalah menyusun pendapat tentang suatu objek,dengan kata lain menyusun gambaran tentang fakta yang ada diluar akal

Ada dua teori untuk mengetahui hakikat pengetahuan itu, yaitu:

1. Realisme
2. Idealisme

B. Epistemologi

Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membicarakan mengenai sumber-sumber, karakteristik, sifat dan kebenaran pengetahuan. Epistemologi sering kali disebut dengan teori pengetahuan atau filsafat pengetahuan, karena yang dibicarakan dalam epistemologi ini berkenaan dengan hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan masalah pengetahuan.

C. Perihal Pengetahuan

Pertama, pengetahuan biasa (ordinary knowledge), yaitu pengetahuan yang diperoleh dari hasil penyerapan indera terhadap objek tertentu yang disaksikan dalam kehidupan sehari-hari

Kedua, pengetahuan ilmiah (scientific knowledge), adalah pengetahuan yang diperoleh melalui penggunaan metode-metode ilmiah yang telah terjamin kepastian kebenaran yang dicapai.

Ketiga, pengetahuan filsafati (philosophical knowledge), pengetahuan jenis ini diperoleh melalui pemikiran rasional yang didasarkan pada pemahaman penafsiran, spekulasi, penilaian kristis, dan pemikiran-pemikiran yang logis, analitis, dan sistematis.

D. Aliran-AliranTeoriPengetahuan

1. Aliran Empirisme
2. Aliran Rasionalisme
3. Aliran Positivisme
4. Aliran Intuisionisme

Pengertian wahyu secara etimologi meliputi: 

1. Ilham sebagai bawaan dasar manusia
2. Ilham berupa naluri pada binatang
3. Isyarat yang cepat menurut rumus dan kode
4. Bisikan dan tipudaya setan untuk menjadikan yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia
5. Apa yang disampaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada paramalaikatnya berupa suatu perintah untuk dikerjakan.

Resume Objek dan Prinsip Ilmu

Resume Objek dan Prinsip Ilmu


OBJEK DAN PRINSIP ILMU

A. Definisi Ilmu

Istilah ilmu diambil dari bahasa Arab, ‘alima-ya’lamu-‘ilman yang berarti mengerti atau memahami benar-benar. Istilah ilmu bila diartikan dengan bahasa Inggris, berasal dari kata science yang berasal dari bahasa Latin scienta dari bentuk kata kerja scinre, yang berarti mempelajari dan mengetahui. Science dalam arti sebagai natural science, biasanya dimaksud dalam ungkapan “sains dan teknologi” yang dirumuskan sebagai “the study of the natural sciences and the application of the knowledge for practical purpose”, yang artinya adalah penelaahan dari ilmu alam dan penerapan dari pengetahuan ini untuk maksud praktis.

B. Cabang-Cabang Ilmu 

Filsafat alam melahirkan ilmu alam yang bertujuan mempelajari zat yang membentuk alam semesta. Ilmu alam ini berkembang yang akhirnya menjadi cabang-cabang ilmu yang kita kenal seperti, Fisika, Biologi, Astronomi, Kimia dan lain sebagainya.

Sedangkan Filsafat moral melahirkan ilmu sosial yang bertujuan untuk mempelajari interaksi antar manusia. Ilmu sosial ini berkembang yang kemudian kita kenal dengan cabang-cabang ilmu antar lain, Antropologi, Psikologi, Ekonomi dan lain sebagainya.

C. Objek Ilmu Pengetahuan

Objek penyelidikan dari ilmu terdiri dari 2 objek, yaitu objek materiil dan objek formal. Objek materiil adalah sesuatu yang dijadikan sebagai sasaran penyelidikan atau pemikiran, misal tubuh manusia adalah objek materiil bagi ilmu kedokteran. Objek materiil bisa berupa benda kongkret dan abstrak. Ojek formal adalah sudut pandang tertentu tentang objek material tersebut, termasuk didalammya prinsip-prinsip yang digunakan.

Sedangkan dalam pandangan alam Islam (Islamic Worldview) yang membentuk epistemologi Islam, secara ontologis terdapat 2 alam yang dikenal dan disebutkan dalam al-Qur’an, yaitu alam metafisik (alam ghaib) dan alam fisik/yang tampak (alam as-syahadah).

D. Eksistensi Ilmu Pengetahuan

1. Objek Ilmu Pengetahuan
2. Metode Ilmu Pengetahuan
3. Sistem Ilmu Pengetahuan
4. Kebenaran Ilmiah

Michael Williams mengemukakan 5 teori kebenaran, yaitu kebenaran koherensi, kebenaran korespondensi, kebenaran pragmatis, kebenaran performatif dan kebenaran proporsi.

1. Kebenaran Koherensi
2. Kebenaran Korespondensi
3. Kebenaran Pragmatis
4. Kebenaran Performatif
5. Kebenaran Proposisi

Resume Etika Ilmu

Resume Etika Ilmu


RESUME ETIKA ILMU

A. Pengertian Etika

Etika “ethics” secara etimologi berasal dari bahasa yunani kuno, yaitu “ethos” atau “ethikos” yang mempunyai arti tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kadang, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berfikir. Adapaun dalam bentuk jamaknya, “ta etha” yang berarti adat kebiasaan. “ta etha” menjadi latar belakang terbentuknya istilah “etika” yang oleh filshuf yunani aristoteles (384-322) sudah dipakai untuk menunjukan filsafat moral.

Secara etimologis, dalam kamus umum bahasa indonesia yang lama (poerwadarminta 1953), etika dijelaskan sebagai ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral). Adapun dalam kamus besar bahasa indonesia (1988), etika dirumuskan dalam  tiga arti sebagai berikut: 

1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. 

Pengertian etika ilmu adalah suatu sumber pengetahuan yang diharapkan dapat meminimalkan dan menghentikan perilaku menyimpang di kalangan masyarakat.

B. Tujuan Mempelajari Etika Ilmu

1. Hubungan ilmu dan etika
2. Membangun masyarakat ilmiah
3. Menuju masyarakat berbudaya ilmu pengetahuan
4. Relevansi etika ilmu

C. Objek Etika

Objek etika adalah penyataan-pernyataan moral yang merupakan perwujudan dari pandangan-pandangan dan persoalan dalam bidang moral. Pada dasarnya hanya ada dua macam pernyataan moral, yaitu:

1. Pernyataan tentang tindakan manusia. 
2. Tentang manusia itu sendiri atau tentang unsur-unsur kepribadian manusia, seperti motif-motif maksud dan watak. 

Poedjawiatna (1990:13-26) mengungkapkan bahwa yang menjadi objek etika adalah sebagai berikut: Tindakan manusia, kehendak bebas, determinisme (Determinisme materiliasme dan determinisme religius), dan adanya kehendak bebas.

Resume Konsep Ilmu

Resume Konsep Ilmu


RESUME KONSEP ILMU

A. Pengertian Ilmu

Arti ilmu (science) dalam kamus Oxford English Dictionary: 

1. Informasi dan kecakapan yang diperoleh melalui pengalaman atau pendidikan.
2. Keseluruhan dari apa yang diketahui.
3. Kesadaran atau kebiasaan yang didapat melalui pengalaman akan suatu fakta atau keadaan. 

Definisi ilmu menurut ulama:

1. Seorang pakar filologi Al-Raghib Al-Isfahani (w.443/1060). Dalam karyanya Kamus Istilah Qur’an, ilmu didefinisikan sebagai “persepsi suatu hal dalam hakikatnya”. (al-`ilm idrak al-shay’ bi-haqiqatihi). 
2. Oleh “Hujjat al-Islam” Imam al-Ghazali yang mendefinisikan ilmu sebagai “pengenalan sesuatu atas dirinya” (ma’rifat al-shay’ `ala ma huwa bihi).

B. Ilmu Sebagai Konsep

Konsep dapat didefinisikan dengan rancangan, tata langkah, cara, flowchart (urutan proses kerja). Sasaran ilmu adalah pembentukan konsep, baik untuk kepentingan pengembangan ilmu secara murni (misalnya; untuk menyusun teori dan dan menghasilkan dalil-dalil, atau asas), maupun untuk kepentingan praktis bagi tindakan penerapan nyata. 

Konsep ilmu adalah bagan, rencana, atau pengertian, baik yang bersifat abstrak maupun operasional, yang merupakan alat penting untuk kepentingan pemikiran dalam ilmu atau pengetahuan ilmiah. Sesuatu konsep ilmiah dapat merupakan semacam sarana untuk ilmuwan melakukan pemikiran dalam mengembangkan pengetahuan ilmiah. Konsep ilmu agar dapat berguna secara ilmiah, maka ia harus memiliki dua sifat dasar. Yaitu sifat operasional untuk kepentingan pengamatan (observasi), dan sifat abstrak untuk kepentingan penyimpulan dan generalisasi. ✍

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia